CerpenAtau Cerita Pendek, Cerita Romantis diangkatdari kisah nyata yang mengaduk perasaan kita,sampai sampai kita terbawa dengan alur cerita. dancerita cint
PostedOctober 15th, 2009 by saiful bahri. Cerpen. Akulah Saksi Bisu! Di segala terang, di segala gelap, di segala gerak, di segala diam, di segala zuhud, di segala buruk dan caci-maki, hadir adaku hanyalah saksi bisu. Maka, kusaksikanlah berlaksa-laksa
CeritaKata Cinta Blog 2016 - Kata Kata Romantis & SMS Mesra Valentine Day dari sebuah karya seni dan sastra terbaik tahun ini sungguh senantiasa membuat kita hanyut terbuai buih buih kenangan Valentine Terindah bersama Pacara Tersayang pada tahun lalu , meski mantan pacar kamu sudah sukses dengan pacar barunya , tapi saya yakin Anda tetap akan
KenanganVega Antares Gitaris Dewa 19 Bersama Sang Ayah, Mantan Danseskoal yang Meninggal Kecelakaan Ada banyak kenangan tentang sosok Laksamana Muda (Purn) Herry Setianegara di mata Vega Antares
KenanganTerindah Elsita F Rabu, Juni 27, 2012 Cerpen, 0 Comments. Sumber Gambar Ara termenung menatap langit malam ini. Berjuta bintang bertaburan di angkasa membawanya ke pengembaraan masa lalu k
MantanTerindah Cerpen Karangan: An Riska Kategori: Cerpen Cinta Sedih, Cerpen Perpisahan, Cerpen Remaja. Lolos moderasi pada: 1 March 2015. Liburan pun tiba âPagi yang cerah untuk
BukuAntologi yang terbit ada banyak, baik itu puisi, cerpen maupun quotes. Buku itu berjudul Sepucuk Surat Untuk Imamku #2 (SIP Publishing, 2020), Menua Bersama (Penerbit Kalana, 2020), Dear Masa Lalu (Elsage Publisher, 2020), Filosofi Renjana (Guepedia, 2020), Keniscayaan Sebuah Perubahan (CV Multimedia Edukasi, 2020), dan beberapa buku
KenanganTerindah Cerpen Karangan: Nia Kurniasih Kategori: Cerpen Galau. Saat dia masih berpacaran dengan mantan pacar nya biasanya dia tidak shalat, biasanya dia bermain bersama
DaftarSeluruh Cerpen Ajang Kreasi Kumpulan Cerpen Escaeva & >> Acara) 0. Masuk. 326 Seribu Kenangan, Khayalan dan Persahabatan - Khairudin Ali 327 Idelisme Bullshit - Anastasia Floreance 881 Seseorang Yang Tiba Bersama Senja - Sayyid Madany Syani 882 Gadis Kecil dan Penjaga Makam - Adi Toha
NamanyaMira, Mira yang selalu mengharapkan sesuatu yang tidak mungkin. Bahwa sebenarnya dia tau itu tidak akan terjadi. Mira sudah tidak sabar lagi menanti hari ulang tahunnya. Sampai-sampai, Mira tidak bisa menutup matanya walau hari sudah gelap. Mira sangat gugup, serta takut, takut jika orang yang Mira sayang Forget her birthday.
N5MFuo. Cerpen Karangan Deftendy virgiatmanKategori Cerpen Cinta Sedih Lolos moderasi pada 8 August 2020 Senja telah sirna, langit mulai menghitam. Aku berdiri tanpa alasan menghampiri seseorang yang terdiam di tepi jalan. âCepet, langit udah gelap nih! Mau apa nggak?â Kataku kepadanya sembari menghampirinya Ya. Dia adalah mantanku, sebut saja Lily. Dia sekelas denganku dan telah berpacaran selama lebih dari satu tahun. Saat ini, ia sedang membutuhkan bantuan untuk pulang ke rumah. Kami sudah bermain di salah satu rumah teman kami. Kebetulan aku membawa kendaraan, aku memberanikan diri menawarinya. Ia tanpa basa-basi langsung menaiki motorku. Hatiku tidak karuan saat itu. Berdekatan dengannya membuatku lebih canggung. âRumah kamu jauh nggak? Aku belum tahu rumah kamu, kamu tunjukin ajaâ tanyaku kepadanya âJauh. Aku kan udah bilang, aku pulang sama temen ajaâ balasnya dengan tenang âUdah gak kenapa-napa ini, kok. Tenang ajaâ jawabku Aku siap mengantarkannya dan tiba-tiba saja baru saja sekitar 1 kilometer awan mulai menangis, terpaksa kami meneduh terlebih dahulu di salah satu toko. Tempat itu dan hujan menjadi saksi pertemuan aku dengannya kembali. Kita lenyap dalam pikiran masing-masing. Aku tidak mengatakan apapun kepadanya. Tubuhnya merasa kedinginan, kutawari ia sebuah jaket namun ia menolaknya. Aku tidak mungkin memakaikannya secara spontan karena mengingat bahwa saat ini, diriku bukanlah siapa-siapa bagi dirinya. Kulanjutkan perjalanan dan ternyata masih jauh untuk sampai ke rumahnya. âKamu yakin gak bakalan pakai? Ini dingin banget lhoâ kataku sembari berteriak âNggak apa-apa, kan kehalang sama kamuâ jawabnya Suasana semakin sunyi, beberapa kali kutawari jaket tetapi jawabannya tetap tidak apa-apa. Ya sudah kuikuti saja dan biarkan jika dia menganggap diriku tidak peka karena aku mencintai seseorang dengan caraku sendiri. Tubuhku semakin kedinginan. Aku yakin dia pun merasakan hal yang sama. Hujan deras ini membuat diriku merasa mengantuk. Demi membuat sebuah kenangan, kita harus merelakan perasaan kita yang terdalam. Tiba-tiba saja, sebuah mobil maju dengan kecepatan yang tidak konstan di belakangku. Aku yang saat itu melamun kehilangan kendali dan terjatuh ke pinggir jalan. Badanku sakit tapi biarkanlah. Yang terpenting saat ini adalah kondisi mantanku karena ia tak memakai alat pelindung kepala. Sesuai dugaanku, mobil yang barusan melewatiku membuat Lily pergi meninggalkan dunia untuk selamanya. Kusaksikan dirinya dengan penuh rasa bersalah. Air mataku mulai jatuh menuju pipiku. Dunia terasa hancur. Saat ini, aku menganggap bahwa diriku adalah manusia paling bodoh sedunia. Membiarkan mantanku mati dalam sekejap membuat hatiku hancur berkeping-keping. Orang-orang mulai berdatangan dan kupanggil orangtuanya untuk melihat putrinya yang sudah tiada. Aku pulang dan kejadian beberapa jam yang lalu terus teringat di kepalaku. Aku harus menerima semua itu dan aku tidak boleh terlarut dalam kesedihanku saat ini. Cerpen Karangan Deftendy virgiatman Blog Deftendy Virgiatman, akrab dipanggil deftman. Lahir di bekasi tanggal 17 januari 2003. Menyukai fisika dan hobbi menonton film Cerpen Kenangan Bersama Mantan merupakan cerita pendek karangan Deftendy virgiatman, kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya. "Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!" Share ke Facebook Twitter WhatsApp " Baca Juga Cerpen Lainnya! " This Love Oleh Fadhila Indah Namaku Amanda Manopo. aku sudah terbiasa hidup tanpa cinta karena dia yang membuatku tak bisa lupa atas peristiwa itu. aku saat ini sedang membersihkan kamarku yang sudah berantakan dan Cinta Di Balik Kanker Part 1 Oleh Ni Putu Vania Nirwasita Giselle sedang berbaring di atas tempat tidur di RS Elisabeth. Sudah bertahun-tahun rasanya ia tidak bangun dari tempat tidur itu. Kepalanya sudah ditumbuhi sedikit rambut kecil, tapi masih saja 30 Last Days Oleh Vanda Deosar âKamu divonis mengidap penyakit Kanker Otak stadium akhir, waktumu tersisa 30 hari lagi dan maafkan kami. Selesaikan urusanmu yang ada disiniâ. Kata-kata itu menghantam jantungku, bagaimana mungkin aku bisa Sang Hujan Menanti Pelangi Oleh Rivani Azizah Hendarmin Dalam sepotong sore di bawah gelitikan hujan yang menyerbu, tawa tercipta di tengah gemuruh nada hujan yang sendu. Menunggu henti hujan, menghentikan dingin yang menyerbu dengan senyum hangatmu yang Cinta Sejati Oleh Octaviana Indah Fitriani Aku melangkah dengan tubuh sempoyongan. Kepala ku sama sekali tak berani untuk mendongak. Mataku hanya menatap permukaan jalan dengan menyusuri setiap langkahan kaki ku. Benar-benar hari ini hari yang âHai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?â "Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan loh, bagaimana dengan kamu?"
Temenan 10 tahun, pacaran 8 bulan, yaksip. Gagal Move On! Ini bukan cerita remaja pada umumnya tapi... bisa juga sih dibilang kayak gitu. Dari segi pembuka cerita aja gak menarik, gak jelas, karena udah faktor author- nya yang tijel selalu mengalami kegabutan yang to the point aja kalau baru aja gue flashback sama mantan, kisah SMA banget sih emang, tapi jujur aja gue sekolah di menengah kejuruan bukan menengah atas. Meskipun begitu cerita masa SMK juga sama indahnya kok kayak SMA, bedanya kalau SMA itu lebih cenderung santai mungkin yha tapi gak tau juga intinya kalau SMK itu sering gue bilang kuproy. Setiap sekolah emang beda sih, tapi di sekolah gue ini bener-bener ditekunin buat terjun langsung ke dunia kerja apalagi waktu masih baru kelas 10 dan tugas udah numpuk dan jam pulangnya pun sama kayak kuproy. Haha, b aja sih cuma guenya aja yang abaikan, balik ke topik awal tentang flashback sama udah kenal lama sama dia, dari TK pun gue udah temenan sampe SMP tuh berapa tahun coba tapi pacarannya cuma sampe 8 bulan gak nyampe TK dia itu anaknya cengeng tapi ganteng, banyak bocah-bocah yang suka sama dia. Tuh anak kecil aja udah ngerti SD kelas 3 dia pernah ngejailin gue dan bilang I love you sambil nyengir, ya biasalah bocah. Kelas 4 gue gak akur sama dia, gue dikatain terus sama dia, gue pun sebaliknya. Kelas 5 mulai gengsi, kelas 6 dia nemenin gue yang sendirian waktu latihan pianika untuk SMP kelas 1 udah mulai cuek gak pernah tegur sapa lagi, pas itu gue lagi ke kamar mandi sama Dinda yang kebetulan waktu SD pernah sekelas sama dia dan negur dia Sombong luâ alhasil dia cuma nengok abis itu ngebuang muka. Gue yang ngerasa tertarik pun ikut-ikutan bilang sombong dan dia masang tampang judesnya sambil bilang . Sombong kenapa si?âEa. Hm. Cekiwir. Setelah itu dia lari dari suasana yang penuh kesombongan kelas 2 SMP gue sama sekali gak peduli lagi tentang dia karena emang dia yang mulai cuek seakan-akan nganggap gue orang asing, tapi gue biasa aja karena emang gak ada rasa. Tapi dia sempet ngajak gue ngobrol soalnya dia temenan sama temen gue. Gak ada yang spesial di kelas 2 kelas 3 SMP nih awal mulainya lagi. Gue ikut forum remaja di kavling sekitar rumah gue dan gak sadar ternyata ada cowok yang masih saudara sama si dia. Waktu lagi rapat kebetulan diadain di rumah cowok yang masih saudara itu dan ada dia yang lagi main.âElo?â kata gue sama dia barengan. Sama-sama kaget dari situ awal mulanya gue diledek-ledekin sama anggota lain kalo gue sama dia itu pacaran, dan yang bikin gue kesel itu sodaranya malah ngeledekin gue kalau gue sama dia udah dari TK satu sekolah mulu.âCieeee.âSiapa sih yang gak malu digituin otomatis muka gue langsung merah, suara nyebelin itu makin keras bikin gue makin terpojoki. Sementara dia gak tau kemana di sekolah, Andrian, temen sekelas gue nanya, Lo suka sama Dimas?â nahloh. Langsung aja lah namanya emang Dimas, gak usah pake kata Dia lagi. Gue terkejut bukan main, alama. Pasti gara-gara kemarin.âKatanya kemarin pada ngeledekin lo gara-gara lo suka sama dia.âWah gak bener. Gue paling gak suka nih kalau ada yang ngomongin enggak-enggak apalagi urusan suka-sukaan.âApaansih bilangin tuh ke temen lo kalo ngomong jangan ngada-ngada.â Kata gue ketus plus jutek plus judes plus ada sesuatu yang muncrat dari mulut, itu sebenarnya juga temen TK gue dari dulu sampe sekarang tapi emang gak deket, dan kebetulan juga Andrian tetangganya Dimas. Yah meskipun Andrian termasuk cowok yang lemot dan istirahatpun tiba dan Andrian langsung ngeluyur keluar kelas, kayaknya beneran dibilangin nih. Kebetulan gue emang jarang keluar kelas untuk jajan soalnya udah bawa bekal dari rumah dan gue bisa liat Dimas dari jendela kalau dia lagi ngomong sama lama kemudian Andrian datang dengan cengirannya yang begitu memukau, âDia minta nomor lo.âUhuk. Uhuk. Gue keselek makanan sendiri.âBuat?ââMinta maaf.ââUntuk?ââBanyak nanya lo udah tulis aja nanti juga tau.âAkhirnya dengan pasrah gue nulis nomor di kertas yang telah disediakan oleh Andrian. Itung-itung bisa deket juga sama dia, sedikit beruntung sih punya temen cowok dari TK yang lumayan masih zamannya orang pacaran sms-an, jadi wajarin aja. gue gak bisa nyeritain semua isi sms itu karena emang gak penting. Intinya pertama kali dia sms gue itu gak jelas, Ngerujak yoâ. Oh sekarang kalimat minta maaf udah ganti jadi ngerujak yo. Dimas emang manusia paling langka, pantes banyak yang itu gak mahir dalam ngerjain orang karena dari segi clue untuk nebak siapa orang yang sms gue aja udah ketauan. Bagus sih gak pinter bohong berarti, gue makin sering sms-an sama dia yaa walaupun kadang gue bales cuek, gue bukan tipe cewek yang kalo nge-chat panjang kali lebar paling juga ya bales seadanya aja. Apalagi kalo udah gak mood, paling cuma satu kata mewakili masih zamannya SMP, jadi wajar kalau cintanya rada berjalannya waktu sms yang paling bikin gue kaget ketika Dimas ngajakin gue ketemuan di taman perumahan samping kavling gue. malem-malem. Dan gue punya tipe orang tua yang ngelarang keras pacaran sebelum umurnya dan gak ngizinin keluar malem. Dan ternyata dugaan gue bener, dia nembak gak inget persis kata-katanya gimana karena setelah gue tolak ajakannya dia nembak gue di sms. Dengan kata gue-elo diganti jadi aku-kamu. Dia bilang udah lama banget suka sama gue tapi malu bilangnya. Malem itu gue tolak tapi besoknya dia nanyain jawaban lagi padahal jelas-jelas kemarin udah gue tolak dan bikin gue gak enak hati jadinya gue gue jadi suka sama dia. Orangnya gak jaim, blak-blakan, perhatian emang gue nyangka kalau bisa bertahan lama karena pacarannya asik gak melow-melow kayak gitu. Tapi dipertengahan ada kehadiran orang baru, udah saling kenal sih cuma gara-gara gue sama dia kepilih untuk mewakili lomba fisika jadi deket Dimas anaknya asik dan suka bercanda tapi disisi lain sikap dia yang bikin gue terbakar api cemburu setiap harinya. Gue beda kelas sama dia, dan Dimas satu kelas sama saudaranya yang cewek panggil aja Ratu. Gue sadar mereka emang saudara, tapi emang harus ya kalau jalan itu rangkul-rangkulan? Cubit-cubitan? Sampe Ratu sakit pun dibikin status GWS pake tanda kiss. Apa coba orang-orang nyangkanya Ratu-lah pacarnya Dimas bukan gue. temen sekelasnya sih tau kalau mereka saudaraan, tapi yang lain? Mereka cuma bisa melihat dan menilai tanpa tau apa kebetulan gue juga punya sahabat namanya Fira, dia itu orangnya emang bisa dibilang genit tapi lucu. Gimana ya jelasinnya, kalau udah ada cowok kadang sikapnya suka berubah jadi lenjeh-geli gimana itu tahun baru, kebetulan gue emang gak pernah diizinin untuk dateng ke acara bakar-bakar yang pastinya pulangnya malem padahal Dimas udah ngajakin. Jadi yang dateng cuma Fira, Dimas, Andrian, dan Lina. Gue sadar kok waktu itu Fira emang baru putus jadi galau-galau butuh perhatian, tapi bisa gak, gak pake pundak pacar orang? Gue tau lo emang sahabat gue, tapi apa pacar harus berbagi juga?Pantes aja Dimas gak bales sms gue beberapa jam, ternyata eh ternyata. Lina said, iya semalem dia berduaan beli tusuk satenya lama banget padahal deket tempatnya terus sebelumnya Fira cerita dia baru putus sambil nangis gitu eh malah di rangkul sama Gue seumur-umur jadi pacarnya belum pernah dirangkul. Selama dia mesra-mesraan gue chatingan sama Deon adik kelas gue yang ikut lomba fisika itu. Orangnya asik tapi bawel, udah tau gue punya pacar tapi masih aja minta abaikan aja yang menyakitkannya itu. Waktu gue ulang tahun, bukannya ngasih surprise malah nanya mau dikadoin apa.âLo mau dikadoin apa?ââApa aja yang penting warna pink.ââYaudah tai kambing di cat aja yak.âKadang suka lucu emang. Pas nerima kado dari dia aja gue sempet di kasih ketek dulu sama dia sebagai kado tambahan. Makasih makin membaik dan sampai titik akhir gue bener-bener eneg sama dia. dia banding-bandingin hubungan kita sama temennya, dia bilang gue cuek orangnya, gak perhatian, dan besoknya dia malah foto sama cewek kelas lain yang pernah ngerebut senior kesukaan gue. Dia minta maaf sih, tapi karena adanya kehadiran Deon ngebuat gue seakan-akan milih Deon dibanding hari Dimas gue cuekin dan dia bener-bener minta maaf. Dan beberapa hari kemudian Dimas berantem sama Deon, gak berantem sih cuma sindiran doang lewat status.âSeenggaknya kalau suatu yang gak bisa lo milikin jangan ngerebut dari orang lain.â âDimasâBukannya ngerebut, tapi jangan maksain apa yang bukan milik lo.â âDeonAnjay. Gue merasa cewek cantik anehnya gue malah ngebelain Deon karena emang dia adik kelas, mungkin karena kasihan. Tapi Dimas gak marah sama gue, dia cuma kesel sama Deon, mungkin Dimas pernah ngeliat gue chatan sama Deon dan tanpa rasa malu Deon masang foto gue jadi foto profil dia di sosmed.âGue marah lah apa yang punya gue malah direbut sama orang lain.âKata-kata itu yang sampe sekarang gue galmup, berjalannya waktu gue punya ide konyol untuk mutusin Dimas lewat temen gue namanya Ara. Gue suruh dia manas-manasin Dimas tentang kejelekan gue dan berhasil Dimas mutusin gue. dua hari setelahnya temen gue ada yang bilang kalau sebenarnya Dimas masih sayang sama gue. Tepat di hari sibuknya ngurusin pendaftaran sekolah baru gue putus dan gue deket sama Deon hanya sebatas adik-kakak zone. Karena emang gue gak ada rasa sama akhirnya gue kelas 2 SMK gak bisa move on dari 10 tahun pacaran 8 bulan. lagi sang mamski dari Dimas pun berkata, âNanti SMK bareng lagi ya..âWah sayang sekali tante. Cukup sampe SMP aja temenannya hehe. Kita udah beda sekolah. Beda Suasana, canggung. IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.
Kata orang mantan terindah itu tidak ada. Karena jika dia memang yang terindah maka tak akan jadi mantan. Huh! Awalnya aku memang mempercayai kata-kata itu, tapi sepertinya itu tak berlaku sekarang. Kini yang aku percaya itu bahwa Rafa adalah mantan terindah. Jadi kronologinya begini. Setelah aku selesai makan malam, aku memutuskan untuk membuka akun Instagram milikku sebentar. Niatnya tadi aku hanya ingin melihat-lihat akun artis Thailand kesukaanku, tapi semuanya itu buyar akibat satu postingan mantan. Mantanku itu memposting foto pemandangan malam hari di sebuah kedai kopi terkenal. Jelas aku masih ingat sampai sekarang bahwa itu adalah tempat kami pertama kali bertemu dulu. Yang membuat postingan itu berbeda adalah caption yang dituliskannya pada foto itu. "I miss you so bad." Dengan memberanikan diri aku mencantumkan komentarku pada postingannya. Hanya emoticon senyum memang, tapi beberapa detik kemudian langsung muncul pemberitahuan bahwa dia menyukai komentarku. Tak berhenti sampai di situ, dia juga mengirimkan direct message padaku. Seketika itu aku menjerit dan aku diomeli ibu. Singkat cerita kami pun melanjutkan acara chattingan itu menjadi acara telponan. Bertukar kabar, menanyakan bagaimana kegiatan sehari-hari, perihal pekerjaan dan hal-hal random lainnya sampai kepada perasaan. Aku sebenarnya merasa risih akan pembahasan itu, tapi rasa penasaran ku lebih besar. "Jujur, sebenarnya aku masih belum rela kita berakhir." Hening. Aku tak membalas ucapannya. Rasanya lidahku kelu. "Maaf membuatmu risih. Tapi aku memang jujur, Na." Dia melanjutkan ucapannya. Aku mengangguk meskipun aku tahu dia tak melihatnya. "Iya." Hanya kata itu yang terucap dari bibirku. Hening-lagi. Aku melirik jam bergambar bendera Thailand di nakas. "Sudah malam banget, aku sepertinya sudah mengantuk." "Oh oke," ucapnya dari seberang sana. Tapi ucapan Rafa selanjutnya membuatku tak bisa berkata-kata. "Besok aku jemput ya, aku antar sampai kantor. Jangan lupa berdoa, selamat tidur." Telepon terputus. Rasanya aku seperti menang lotre, aku uring-uringan. Guling menjadi wujud kebahagiaan ku. Saking gemas dan bahagianya aku tak berhenti menjerit nggak jelas. Akhirnya ibu masuk ke kamar dan mengomeli ku. Ya Tuhan, aku bahagia sekali. Akankah aku mimpi indah malam ini? Ah, semoga saja. "Good night mantan terindah." *** With love, Vicachuuu