Reog Ponorogo adalah pertunjukkan Seni Tari Tradisional yang dilakukan secara berkelompok atau massal yang memuat sebuah lakon cerita dengan beragam karakter dan penari yang memiliki tampilan, busana dan ragam gerak masing-masing. Didalam sebuah pertunjukkan Reog Ponorogo, memiliki banyak kelompok penari dengan karakter tarian yang berbeda-beda
Pengertian reog. Reog adalah tarian tradisional di arena terbuka yang berfungsi sebagai hiburan rakyat dan mengandung unsur magis. Penari utamanya merupakan orang berkepala singa dengan hiasan bulu merak, ditambah beberapa penari bertopeng dan berkuda lumping, disertai reog asli Indonesia.
Untuk tarian, salah satu yang begitu populer adalah Reog. Sekitar tahun 2007 silam, Indonesia sempat dibuat heboh karena Reog yang berasal dari Ponorogo, Jawa Timur diklaim Malaysia. Situs Kementerian Kebudayaan, Kesenian, dan Warisan Malaysia kedapatan memasang gambar Reog.
Bahkan, Malaysia akan mendaftarkan Reog sebagai warisan budaya UNESCO atas nama Malaysia. Kabar klaim atas Reog Ponorogo sudah ada sejak 2007, padahal, dari namanya sudah jelas bahwa Reog adalah milik Indonesia, Ponorogo adalah salah satu kabupaten di Jawa Timur, berdekatan dengan Madiun dan Trenggalek.
Reog Ponorogo merupakan kesenian tari rakyat asal kota Ponorogo,Jawa Timur. Réog adalah tarian tradisional dalam arena terbuka yang berfungsi sebagai hiburan rakyat dan
Hal tersebut terjadi karena pada saat itu terdampat kampanye pariwisata yang berjudul Visit Malaysia 2007 "Malaysia Truly Asia", dimana dalam kampanye tersebut terdapat Tari Barongan yang sangat serupa bahkan dapat dikatakan sama dengan Reog Ponorogo. Kampanye tersebut kemudian menimbulkan kontroversi dan menyinggung masyarakat Indonesia
Reog, Pesona Singa Barong dari Tanah Ponorogo. Boleh jadi, Reog Ponorogo adalah salah satu kesenian tradisional yang cepat beradaptasi dan cepat pula digemari. Dari sisi penampilan, kesenian ini memang menjanjikan kemegahan. Dua dadak merak yang menjadi ikon kesenian ini, adalah jaminan mutu penonton terpesona.
Berikutnya adalah tarian yang dibawakan oleh 6-8 gadis yang menaiki kuda. Pada reog tradisionil, penari ini biasanya diperankan oleh penari laki-laki yang berpakaian wanita. Tarian ini dinamakan tari jaran kepang, yang harus dibedakan dengan seni tari lain yaitu tari kuda lumping. Tarian pembukaan lainnya jika ada biasanya berupa tarian oleh
indoor. Teater ini adalah tempat utama pertunjukkan tari Reog Ponorogo. Teater indoor ini memiliki daya tampung 300 penonton. Bangunan lain yang terdapat pada zona ini adalah galeri Reog Ponorogo dan perpustakaan. Galeri ini berisi tentang sejarah yang enjelaskan awal lahirnya Reog hingga perkembangannya sampai sekarang.
See Full PDFDownload PDF. FOLKLORE REOG PONOROGO Agung Dwi Nugroho (B0416003), Ahmad Ubaidillah (B0416004), Annisak Shalihah (B0416008), Arik Sulistyaningsih (B0416010), Aulia Fitriana (B0416011), Dita Oktaviani Puspa Ningrum (B0416017), Frido Paulus Simbolon (B0416022), Palupi Rahmadani (B0416043) Ilmu Sejarah, FIB UNS A. Pendahuluan Ada
mJN8mGJ.